Tampilkan postingan dengan label Alur Cerita Komik Naruto. Tampilkan semua postingan
Alur Cerita Komik Naruto Chapter 656 - Perubahan
Rabu, 27 November 2013
Posted by Unknown
Tag :
Alur Cerita Komik Naruto
Alur Cerita Komik Naruto Chapter 656
Judul "Perubahan"
Sebelumnya : Naruto Chapter 655
Kakashi: "Jika teman yang kau percayai bersama denganmu, kau akan bisa melihat harapan dengan jelas. Itulah apa yang kupikirkan, Obito.."
(Halaman terakhir, scene Zoom Out terlihat pucuk pohon shinju yang berkelip dengan Rasengan Naruto, dengan banyak bekas jejak kaki yang mengarah ke medan perang)
Versi Teks Naruto 656 "Perubahan"
#Cahayanya memantul ke dalam matanya...
(Obito tergeletak tak berdaya sambil menatap cahara FRS Naruto diatas kuncup Shinju. Naruto masih menahan Oodama FRS miliknya diatas sana)
Obito: "[Jalan hidip Naruto..."]"
SFX: Whuussshh!!!
(Naruto melemparkan Rasengan itu ke bawah)
Naruto: "Terima ini!"
(Rasengan super besar itu dilemparkannya kebawah dan tidak untuk menghancurkan Shinju namun diarahkannya ke suatu tempat/titik)
Obito: (masih berbaring) "...mungkin."
Kakashi/Minato: (melihat adegan itu) "!"
(Terlihat dibawah madara dililit atau dikerumuni oleh akar Naga Shinju)
(Sementara itu Hashirama terlihat tertusuk beberapa tongkat hitam di punggungnya)
Hashirama: (teriak) "Naga kayu itu menyerap chakramu! Ninjutsu yang sebelumnya kalian gunakan untuk menyerap chakra sekarang tak berguna!"
(Ya! Rasengan Naruto memang diarahkan ke Madara)
Hashirama: "Dengan kata lain kau tidak bisa bergerak.. ataupun menggunakan Ninjutsu penyerapan milikmu itu!!"
Madara: (melirik kesamping) "..."
Hashirama: "(masih tertusuk tongkat hitam) "[Kerja bagus anaknya Yondaime! Segera setelah celah terbuka, aku akan menyegelnya!!"
(Cahaya Rasengan menyinari Madara)
Madara: (tatapan serius) "..."
SFX: Bamm!!
(Rasengan itu mengenainya, putaran Rasengan itu terlihat dari jauh, Shinobi Aliansi juga melihatnya)
SA: "!!?"
Ninja 1: "Naruto melemparkannya kearah sana... Itu berarti Madara juga ada disana!!"
SFX: Whuuuss!
(Terlihat Sai terbang dengan burung tintanya menghampiri Naruto yang ada diatas kuncup Shinju)
Sai: "Naruto, kesini! Ayo!"
Naruto: (menoleh) "Sai! Makasih banyak!"
(Scene pindah, nampaknya Gaara sedang berbincang dengan Shukaku)
Gaara: "Shukaku, aku butuh bantuan, pinjamkan kekuatanmu untuk menyegel Madara."
Shukaku: "Maksudmu dengan jurus Sabaku Soutaishou?"
Gaara: (terbang naik pasir dihadapan Shukaku) "Ya, tapi versi besarnya."
Shukaku: "Whahaha! Sekarang aku tak terikat dengan Jinchuuriki lagi... haruskah aku mendengarkan perintahmu?"
Gaara: "Aku tidak menyuruhmu... Aku hanya meminta kebaikan hatimu. Jika kau tidak mau ya tidak apa-apa, aku akan minta bantuan kepada yang lain"
Shukaku: "..."
Shukaku: "Naruto Uzumaki... Aku tahu kau sekarang berteman baik dengan Bocah Rubah itu, Garaa..."
Gaara: (berpaling) "Kalau kau tidak mau membantuku, bicaranya nanti saja ya, aku pergi." (bergerak menjauh)
Shukaku: "Seekor Rubah bisa berubah sebanyak 7 kali, sedangkan Rakun bisa sebanyak 8 kali! Aku tidak mau kalah dengan Rubah bodoh itu!"
Gaara: (berhenti, menoleh) "...!"
(Catatan: Dalam peribahasan Jepang disebutkan, berdasarkan adat/tradisi Jepang bahwa Raku dan Rubah bisa berubah wujud menjadi bentuk lain/menjadi manusia, jadi maksudnya diatas adalah bahwa Shukaku menyatakan kalau Rakun/dirinya lebih unggul dari Rubah/Kurama)
Shukaku: "Aku tidak menuruti permintaanmu, aku mau karena kemauanku sendiri ya! Tunjukan jalannya!"
Gaara: (senyum) "... Kearah sini..."
Shukaku: "Baiklah"
??: "Tunggu!"
(Terdengar kata "tunggu" dari belakang)
Son: "Kita juga mau membantu."
(Ternyata itu adalah semua Bijuu yang juga mau ikut membantu)
Gaara: "..."
(Son teringat saat pertemuannya dengan Naruto di alam Jinchuurki saat Naruto berkata "Aku juga akan membenatumu...")
Son: "Jangan khawatir, kita melakukannya atas kemauan kami sendiri, kita ingin membantu Naruto."
Gaara: (merundung sejenak) "Terimakasih..."
Son: "Hey Shinobi Pasir, apa kau juga kenalan Naruto?"
Gaara: "Yeeaah... Dia adalah teman pertamaku"
Son: (agak kaget) "..! Bagitu ya..."
Gaara: "Oke, ayo bergegas!!"
SFX: Swwinngg!
(Hembusan angin seolah membawa awan menyingkir dari sinar bulan purnama itu)
(Scene pindah ke tempat Madara dan Hashirama, terlihat Madara sudah dalam posisi tertahan segel milik Hashirama)
Hashirama: "[Akhirnya kita sudah menahan Madara sepenuhnya. Kita tidak bisa mengalahkannya hanya dengan Jutsu Naruto] (terengah-engah) Sekarang kami hanya perlu menunggu para Shinobi untuk menyegelnya!"
Madara: (keadaan terjepit, tersenyum jahat) "..."
SFX: Uhhuuk! Ugghhukk!
(Terlihat Obito masih berbaring dan terbatuk kesakitan)
Kakashi/Minato: "!!"
Minato: "Para Bijuu telah keluar dari dalam tubuhnya, jadi sekarang Obito akan..."
(Tiba-tiba Yin Kyuubi dalam diri Minato memotong pembicaraan)
Yin Kurama: "Jinchuuriki Juubi berbeda dari yang lain. Dia tidak akan mati meski Bijuu keluar dati dalam tubuhnya."
Minato: "!!"
Yin Kurama: "Itu karena Gedou Mazou sebagai wadah Juubi masih ada... Banda itu memiliki kekuatan kehidupan yang besar."
Minato: "Apa benar begitu? Bagaiman kau mengetahuinya?"
Yin Kurama: "Hey hey... Lalu siapa yang bisa mengirim chakra Juubi ke 9 tempat yang berbeda setelah membaginya menjadi 9?"
Minato: "...Rikudou Sennin"
Yin Kurama: "Jika kau mencabut 9 Bijuu sekaligus dia akan sangat lemah dan tidak bisa bergerak untuk beberapa waktu. Itulah yang dialami orang itu." (membayangkan Rikudou Sennin)
Minato: "Aku mengerti."
(Kembali ke alam nyata)
Minato: "Kakashi, jangan khawatir dengannya, Kyuubi dalam diriku sudah memberiku informasi."
(Sementara itu Naruto dan Sai menaiki Burung Tinta milik Sai, mereka mengarah ke tempat Madara dan hashirama)
Kakashi: "Aku mengerti."
Obito: (terengah-engah) "..."
Kakashi: "Aku ingin kau memperbaiki apa yang telah kau lakukan selama ini. Tai jika kau seperti itu, kurasa sebaiknya kau tetap disini. (hendak pergi) Sensei, tolong awasi Obito!"
Minato: "Baiklah."
(Obito melakukan sesuatu, nampak seperti segel tangan sebuah Jutsu)
Minato: (kaget) "Apa yang akan kau lakukan?"
Kakashi: (menoleh) "..."
Obito: "Apa yang dilakukan oleh orang yang telah aku menfaatkan dulu, yang menghinatiku."
Minato/Kakashi: "!"
Kakashi: "Jangan-jangan kau bermaksud..."
Obito: (membayangkan Nagato) "Aku tak pernah menyangka bahwa suatu hari aku akan melakukan hal yang sama."
Obito: "Gedou... Rinne Tensei no Jutsu."
Kakashi: "! Tapi jika kau gunakan jutsu itu, kau akan..."
Minato: "[Itu pasti jutsu yang harus di tukar dengan nyawa penggunanya."
Obito: (membayangkan Nagato dan Naruto) "Sekarang aku mengerti alasannya... kenapa Nagato menghianatiku.."
Obito: "Perasaan seseorang bersama-sama... terhubung dengan yang lainnya bisa menjadi sangat kuat. (membayangkan Jiraiya) Nagato dan Naruto adalah murid Jiraiya, bisa dibiang kalau aku kalah oleh Jiraiya. Sensei... Dia adalah gurumu, seseorang yang membesarkanmu menjadi seorang Hokage."
Minato: "..."
Obito: "Dan aku adalah muridmu, seseorang yang menyerah untuk menjadi seorang Hokage. Dan menghentikan perasaan yang menyatu"
Kakashi: "..."
Obito: "Kurasa aku tidak pantas untuk bertemu dengan Rin di alam sana."
Kakashi: "...apa kau tak apa dengan itu? Kau tetap bisa hidup dan menebus semua dosa-dosamu."
Obito: "Tidak... Aku tidak boleh menerima sesuatu semudah itu.."
SFX: Srak!
(Tiba-tiba muncul tangan hitam dari dalam tubuh Obito)
Obito: "!?"
Kakashi/Minato: "!??"
???: "Sekarang aku akan ikit beraksi juga."
(Semantara itu Madara dari jauh berkata sesuatu)
Madara: "Mari bertukar. Sekarang saatnya menyerang balik."
Hashirama: :Berhenti membual! Perang telah usai!"
SFX: Tap! Tap!
(Naruto dan Sai mendarat)
Naruto: "Sai!"
Sai: "Aku Tahu! Fuinjutsu Koshitandan!!"
(Harimau terbuat dari tinta terbentuk dan menyerang Madara)
Madara: (tenang) "Naruto, aku harus berterimaksih padamu. Dengan mengeluarkan semua Bijuu dari Obito, aku tak perlu capek-capek untuk melemahkan dia"
(Sementara itu di tempat Obito)
Madara dalam tubuh Obito: "Maaf Obito, ini adalah tujuan utama hidupku."
Obito: "Zetsu hitam!"
Kakashi/Minato: "Apa ini!!?"
Sai: "Bagus tinggal sedikit lagi!"
(Segel Sai mulai dilakukan, namun apa daya, Rinne Tensei sepertinya sudah dilakukan)
(Zetsu hitam mulai meyelimuti Obito)
SFX: Crush!
Madara: "Akhirnya aku bisa bertarung dengan normal!"
Madara: "Akhirnya rasa dari tubuh yang asli! Aku bisa merasakan darahku bergejolak dan kulit yang menari dalam pertarungan!!!"
#Yang paling berbahaya telah lahir kambali!!
Bersambung ke Naruto Chapter 657 rabu depan....
Judul "Perubahan"
Sebelumnya : Naruto Chapter 655
Kakashi: "Jika teman yang kau percayai bersama denganmu, kau akan bisa melihat harapan dengan jelas. Itulah apa yang kupikirkan, Obito.."
(Halaman terakhir, scene Zoom Out terlihat pucuk pohon shinju yang berkelip dengan Rasengan Naruto, dengan banyak bekas jejak kaki yang mengarah ke medan perang)
Versi Teks Naruto 656 "Perubahan"
#Cahayanya memantul ke dalam matanya...
(Obito tergeletak tak berdaya sambil menatap cahara FRS Naruto diatas kuncup Shinju. Naruto masih menahan Oodama FRS miliknya diatas sana)
Obito: "[Jalan hidip Naruto..."]"
SFX: Whuussshh!!!
(Naruto melemparkan Rasengan itu ke bawah)
Naruto: "Terima ini!"
(Rasengan super besar itu dilemparkannya kebawah dan tidak untuk menghancurkan Shinju namun diarahkannya ke suatu tempat/titik)
Obito: (masih berbaring) "...mungkin."
Kakashi/Minato: (melihat adegan itu) "!"
(Terlihat dibawah madara dililit atau dikerumuni oleh akar Naga Shinju)
(Sementara itu Hashirama terlihat tertusuk beberapa tongkat hitam di punggungnya)
Hashirama: (teriak) "Naga kayu itu menyerap chakramu! Ninjutsu yang sebelumnya kalian gunakan untuk menyerap chakra sekarang tak berguna!"
(Ya! Rasengan Naruto memang diarahkan ke Madara)
Hashirama: "Dengan kata lain kau tidak bisa bergerak.. ataupun menggunakan Ninjutsu penyerapan milikmu itu!!"
Madara: (melirik kesamping) "..."
Hashirama: "(masih tertusuk tongkat hitam) "[Kerja bagus anaknya Yondaime! Segera setelah celah terbuka, aku akan menyegelnya!!"
(Cahaya Rasengan menyinari Madara)
Madara: (tatapan serius) "..."
SFX: Bamm!!
(Rasengan itu mengenainya, putaran Rasengan itu terlihat dari jauh, Shinobi Aliansi juga melihatnya)
SA: "!!?"
Ninja 1: "Naruto melemparkannya kearah sana... Itu berarti Madara juga ada disana!!"
SFX: Whuuuss!
(Terlihat Sai terbang dengan burung tintanya menghampiri Naruto yang ada diatas kuncup Shinju)
Sai: "Naruto, kesini! Ayo!"
Naruto: (menoleh) "Sai! Makasih banyak!"
(Scene pindah, nampaknya Gaara sedang berbincang dengan Shukaku)
Gaara: "Shukaku, aku butuh bantuan, pinjamkan kekuatanmu untuk menyegel Madara."
Shukaku: "Maksudmu dengan jurus Sabaku Soutaishou?"
Gaara: (terbang naik pasir dihadapan Shukaku) "Ya, tapi versi besarnya."
Shukaku: "Whahaha! Sekarang aku tak terikat dengan Jinchuuriki lagi... haruskah aku mendengarkan perintahmu?"
Gaara: "Aku tidak menyuruhmu... Aku hanya meminta kebaikan hatimu. Jika kau tidak mau ya tidak apa-apa, aku akan minta bantuan kepada yang lain"
Shukaku: "..."
Shukaku: "Naruto Uzumaki... Aku tahu kau sekarang berteman baik dengan Bocah Rubah itu, Garaa..."
Gaara: (berpaling) "Kalau kau tidak mau membantuku, bicaranya nanti saja ya, aku pergi." (bergerak menjauh)
Shukaku: "Seekor Rubah bisa berubah sebanyak 7 kali, sedangkan Rakun bisa sebanyak 8 kali! Aku tidak mau kalah dengan Rubah bodoh itu!"
Gaara: (berhenti, menoleh) "...!"
(Catatan: Dalam peribahasan Jepang disebutkan, berdasarkan adat/tradisi Jepang bahwa Raku dan Rubah bisa berubah wujud menjadi bentuk lain/menjadi manusia, jadi maksudnya diatas adalah bahwa Shukaku menyatakan kalau Rakun/dirinya lebih unggul dari Rubah/Kurama)
Shukaku: "Aku tidak menuruti permintaanmu, aku mau karena kemauanku sendiri ya! Tunjukan jalannya!"
Gaara: (senyum) "... Kearah sini..."
Shukaku: "Baiklah"
??: "Tunggu!"
(Terdengar kata "tunggu" dari belakang)
Son: "Kita juga mau membantu."
(Ternyata itu adalah semua Bijuu yang juga mau ikut membantu)
Gaara: "..."
(Son teringat saat pertemuannya dengan Naruto di alam Jinchuurki saat Naruto berkata "Aku juga akan membenatumu...")
Son: "Jangan khawatir, kita melakukannya atas kemauan kami sendiri, kita ingin membantu Naruto."
Gaara: (merundung sejenak) "Terimakasih..."
Son: "Hey Shinobi Pasir, apa kau juga kenalan Naruto?"
Gaara: "Yeeaah... Dia adalah teman pertamaku"
Son: (agak kaget) "..! Bagitu ya..."
Gaara: "Oke, ayo bergegas!!"
SFX: Swwinngg!
(Hembusan angin seolah membawa awan menyingkir dari sinar bulan purnama itu)
(Scene pindah ke tempat Madara dan Hashirama, terlihat Madara sudah dalam posisi tertahan segel milik Hashirama)
Hashirama: "[Akhirnya kita sudah menahan Madara sepenuhnya. Kita tidak bisa mengalahkannya hanya dengan Jutsu Naruto] (terengah-engah) Sekarang kami hanya perlu menunggu para Shinobi untuk menyegelnya!"
Madara: (keadaan terjepit, tersenyum jahat) "..."
SFX: Uhhuuk! Ugghhukk!
(Terlihat Obito masih berbaring dan terbatuk kesakitan)
Kakashi/Minato: "!!"
Minato: "Para Bijuu telah keluar dari dalam tubuhnya, jadi sekarang Obito akan..."
(Tiba-tiba Yin Kyuubi dalam diri Minato memotong pembicaraan)
Yin Kurama: "Jinchuuriki Juubi berbeda dari yang lain. Dia tidak akan mati meski Bijuu keluar dati dalam tubuhnya."
Minato: "!!"
Yin Kurama: "Itu karena Gedou Mazou sebagai wadah Juubi masih ada... Banda itu memiliki kekuatan kehidupan yang besar."
Minato: "Apa benar begitu? Bagaiman kau mengetahuinya?"
Yin Kurama: "Hey hey... Lalu siapa yang bisa mengirim chakra Juubi ke 9 tempat yang berbeda setelah membaginya menjadi 9?"
Minato: "...Rikudou Sennin"
Yin Kurama: "Jika kau mencabut 9 Bijuu sekaligus dia akan sangat lemah dan tidak bisa bergerak untuk beberapa waktu. Itulah yang dialami orang itu." (membayangkan Rikudou Sennin)
Minato: "Aku mengerti."
(Kembali ke alam nyata)
Minato: "Kakashi, jangan khawatir dengannya, Kyuubi dalam diriku sudah memberiku informasi."
(Sementara itu Naruto dan Sai menaiki Burung Tinta milik Sai, mereka mengarah ke tempat Madara dan hashirama)
Kakashi: "Aku mengerti."
Obito: (terengah-engah) "..."
Kakashi: "Aku ingin kau memperbaiki apa yang telah kau lakukan selama ini. Tai jika kau seperti itu, kurasa sebaiknya kau tetap disini. (hendak pergi) Sensei, tolong awasi Obito!"
Minato: "Baiklah."
(Obito melakukan sesuatu, nampak seperti segel tangan sebuah Jutsu)
Minato: (kaget) "Apa yang akan kau lakukan?"
Kakashi: (menoleh) "..."
Obito: "Apa yang dilakukan oleh orang yang telah aku menfaatkan dulu, yang menghinatiku."
Minato/Kakashi: "!"
Kakashi: "Jangan-jangan kau bermaksud..."
Obito: (membayangkan Nagato) "Aku tak pernah menyangka bahwa suatu hari aku akan melakukan hal yang sama."
Obito: "Gedou... Rinne Tensei no Jutsu."
Kakashi: "! Tapi jika kau gunakan jutsu itu, kau akan..."
Minato: "[Itu pasti jutsu yang harus di tukar dengan nyawa penggunanya."
Obito: (membayangkan Nagato dan Naruto) "Sekarang aku mengerti alasannya... kenapa Nagato menghianatiku.."
Obito: "Perasaan seseorang bersama-sama... terhubung dengan yang lainnya bisa menjadi sangat kuat. (membayangkan Jiraiya) Nagato dan Naruto adalah murid Jiraiya, bisa dibiang kalau aku kalah oleh Jiraiya. Sensei... Dia adalah gurumu, seseorang yang membesarkanmu menjadi seorang Hokage."
Minato: "..."
Obito: "Dan aku adalah muridmu, seseorang yang menyerah untuk menjadi seorang Hokage. Dan menghentikan perasaan yang menyatu"
Kakashi: "..."
Obito: "Kurasa aku tidak pantas untuk bertemu dengan Rin di alam sana."
Kakashi: "...apa kau tak apa dengan itu? Kau tetap bisa hidup dan menebus semua dosa-dosamu."
Obito: "Tidak... Aku tidak boleh menerima sesuatu semudah itu.."
SFX: Srak!
(Tiba-tiba muncul tangan hitam dari dalam tubuh Obito)
Obito: "!?"
Kakashi/Minato: "!??"
???: "Sekarang aku akan ikit beraksi juga."
(Semantara itu Madara dari jauh berkata sesuatu)
Madara: "Mari bertukar. Sekarang saatnya menyerang balik."
Hashirama: :Berhenti membual! Perang telah usai!"
SFX: Tap! Tap!
(Naruto dan Sai mendarat)
Naruto: "Sai!"
Sai: "Aku Tahu! Fuinjutsu Koshitandan!!"
(Harimau terbuat dari tinta terbentuk dan menyerang Madara)
Madara: (tenang) "Naruto, aku harus berterimaksih padamu. Dengan mengeluarkan semua Bijuu dari Obito, aku tak perlu capek-capek untuk melemahkan dia"
(Sementara itu di tempat Obito)
Madara dalam tubuh Obito: "Maaf Obito, ini adalah tujuan utama hidupku."
Obito: "Zetsu hitam!"
Kakashi/Minato: "Apa ini!!?"
Sai: "Bagus tinggal sedikit lagi!"
(Segel Sai mulai dilakukan, namun apa daya, Rinne Tensei sepertinya sudah dilakukan)
(Zetsu hitam mulai meyelimuti Obito)
SFX: Crush!
Madara: "Akhirnya aku bisa bertarung dengan normal!"
Madara: "Akhirnya rasa dari tubuh yang asli! Aku bisa merasakan darahku bergejolak dan kulit yang menari dalam pertarungan!!!"
#Yang paling berbahaya telah lahir kambali!!
Bersambung ke Naruto Chapter 657 rabu depan....
Alur Cerita Komik Naruto Chapter 655 - Kebiasaan
Rabu, 13 November 2013
Posted by Unknown
Tag :
Alur Cerita Komik Naruto
Alur Cerita Komik Naruto Chapter 655 "Kebiasaan"
Versi Teks: Anlidsia

(Di dalam lubang itu, Obito teringat kata-kata Kakashi waktu itu, "Impian bahwa bulan akan menutupi lubang neraka ini.. Tak peduli berapa kalipun kau mencoba.. Khayalanmu itu tak akan bisa mengisi lubang di dalam hatimu.. Lubang di dalah hatimu adalah sesuatu yang hanya bisa diisi oleh orang lain.." Ucap Kakashi waktu itu)
(Obito juga teringat saat Rin menariknya)
(Obito kini tak bisa berbuat apa-apa lagi selain melihat telapak tangan dirinya sendiri.)
Obito: "Rin.."
Versi Teks Naruto 655 "Kebiasaan"
#Para Bijuu telah berhasil dikeluarkan!
(Usai kembali ke Mode Normal, Naruto dan Sasuke berdiri di belakang para Bijuu raksasa itu)
Son Goku: (menoleh ke belakang) "Kau menepati janjumu, Uzumaki Naruto, kau benar-benar telah menyelamatkan kami."
Naruto: (posisi tangan melapor) "Yoshh!! Son!"
(Para Bijuu nampak sengat bergembira telah bebas)
Saiken: "[Akhirnya...]"
Kokuou: "[Berhasil...]"
Matatabi: "[Bagus sekali...]"
Isobu: "[Syukurlah!]"
Shukaku: "[Dia benar-benar...]"
SFX: Tap! Tap!
Naruto: (kaget) "!"
(Tiba-tba Sasuke berlari dengan memegang pedangnya hendak menyerang)
SFX: Sring!
(Sasuke mengeluarkan pedangnya dari sarung pedangnya)
Naruto: (posisi tangan menahan) "Oh.. Oi oi!! Sasuke! Tunggu dulu!" (mengejar Sasuke)
(Sementara itu Para Ninja kebingungan melihat ke satu arah)
Ninja 1: "Hey, bagaimana dengan orangnya?"
Ninja 2: "Dimana orangnya?"
(Nampaknya Para Ninja sedang mencari-cari dimana Obito sekarang)
Ninja Sensor: "Sebelah sana! Dia masih hidup!"
Obito: (menoleh dan berbaring ditanah) "!"
(Nampaknya Sasuke berlari mengejar Obito yang sedang tidak berdaya itu)
Obito: "[Begitu ya... Ini dia...]"
SFX: Swirl!
(Pusaran ala dimensi kamui tercipta di atas tuuh Obito, Sasuke belum sempat sampai ke tempat Obito)
Sasuke: (kaget) "!"
(Dan ternyata yang muncul adalah Kakashi yang tengah keluar dari dimensi Kamui, menahan Obito dan meyiapkan Kunai di tangan kanannya
Minato: (dari jauh) "...!"
(Sontak Sasuke dan Naruto menghentikan laju larinya)
Sasuke: "Kakashi..."
Naruto: "!!"
Kakashi: (melirik ke Sasuke) "Sasuke, kita bicarakan ini nanti... Maaf tiba-tiba menghalangimu, tapi..."
Naruto: "..."
Sasuke: "..."
Kakashi: "Tapi... Dia adalah teman seangkatanku. Akulah yang bertanggungjawab atasnya."
Naruto: (teriak) "Kakashi-sensei! Tapi sekarang dia sudah---"
SFX: Whuusss!
(Tanpa mendengarkan ucapan Naruto, Kakashi langsung mengayunkan Kunainya kearah Obito, namun...)
SFX: Grabb!
(Tangan Kakashi yang memegang kunai di tangkap oleh seseorang dengan Mode Bijuu)
(Dan Orang itu tak lain adalah Minato)
(Obito kaget, begitu pula dengan yang lainnya, termasuk Naruto)
Sasuke: "..."
Naruto: "Ayah!!"
Ninja Aliansi: "Ini waktunya untuk menghabisinya!!"
Ninja Aliansi: "Ayo lakukan!!"Tsunade: "Tunggu!!"
(Para shinobi kemudian terdiam, dan Minato menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.)
Minato: "Obito, ketika chakra kita saling tarik menarik, aku mampu melihat isi hatimu.."
(Obito yang masih rebah tak berkata apa-apa.)
Obito: "...."
Minato: "Putraku telah memberimu sedikit ceramah, kurasa ia mewarisi itu dari ibunya.."
Naruto: (dari jauh, muka lega) "Ayah.."
Minato: "Tapi sebenarnya, itu adalah tugasmu. (melirik ke arah Kakashi) Kalau ada yang bisa mengerti Obito dengan baik, maka itu adalah kau, Kakashi, temannya.. Bukankah kau juga berpikir begitu Naruto?" (menoleh ke Naruto dibelakangnya)
(Naruto melihat ke arah Sasuke dan nampaknya dalam hati merasa kalau memang benar hanya teman sejati yang bisa mengerti temannya. Sementara itu Kakashi masih terdiam)
Kakashi: "..."
Minato: "Naruto, kau dan yang lainnya pergilah untuk membantu hokage pertama, kau harus menyegel Madara."
Naruto: (muka ekspresif) "Ah benar! Dia belum dikalahkan!! Ayo pergi, Sasuke!!"
(Naruto mengajak Sasuke untuk ikut membantu.)
Sasuke: "..."
(Naruto dan Sasuke lalu pergi, kecuali Minato dan Kakashi yang masih bersama dengan Obito. Minato masih memegangi tangan Kakashi yang memegang kunai.)
Minato: "Waktu itu usiamu lebih muda dari Naruto yang sekarang.. Apa kau ingat dengan semua misi yang telah kita selesaikan bersama? Rin, sebagai ninja medis ia selalu melindungi kalian berdua.. dia pasti tak ingin melihat hal seperti ini.."
(Kakashi pun secara perlahan menjatuhkan kunainya.)
Minato: "Tapi, ini adalah salahku sampai-sampai hal ini terjadi."
(Kakashi membayangkan saat mereka bersama Rin saat kecil)
Minato: "Meskipun sudah mati, namun bisa berdiri di sebelah kalian seperti ini, mungkin inilah yang Rin inginkan. Dia akan bilang, apa yang kau lakukan? Harusnya kau yang menjadi gurunya."
(Sejenak Minato terdiam, membayangkan Rin lalu melanjutkan perkataannya)
Minato: "Maafkan aku karena tak bisa melindungi Rin.."
(Obito dan Kakashi juga ikut terdiam, lalu tiba-tiba Obito berkata)
Obito: "Rin adalah.. dia adalah satu-satunya cahayaku.."
Minato/Kakashi: "!!"
Obito: "Setelah kehilangan Rin, dunia tak lagi terlihat seperti dulu. Dunia hanya tinggal neraka yang gelap.."
(Terlihat langit malam dengan bulan bersinar terang)
Obito: "Tak ada lagi harapan di dunia ini. Aku terus mengelilingi dunia untuk kepentingan Madara, dan semua yang kulihat membuat aku semakin yakin.. bahkan dengan sharingan, aku tak bisa melihat apapun, tak ada apapun."
Kakashi: "Aku tidak mengerti.."
Obito: "!! Lalu kenapa kau tak mengikuti jalanku?"
Kakashi: "Jalan yang kau pilih adalah kemungkinan lain.. sebenarnya, aku juga berpikir dunia ini seperti neraka. Kupikir aku telah kehilanganmu, dan setelahnya kehilangan Rin, bahkan Minato-sensei juga.. tapi.."
(Kakashi selalu ingat dengan kata-kata terakhir Obito saat Obito berkata "Aku akan memberimu.. sharinganku.. tak peduli apa yang orang lain katakan, kau adalah seorang jounin yang sempurna..")
Kakashi: (merenung) "Aku tak terlalu mengerti, tapi.. aku terus mencoba untuk membuka mataku, mencoba untuk melihat.. dengan kata-kata dan sharingan yang kau tinggalkan untukku.. aku merasa aku akan bisa melihat sesuatu.."
(Scene menunjukan Naruto yang sedang memanjat pohon Shinju)
Obito: "Apa itu Naruto? Bagaimana bisa kau yakin kalau dia tak akan gagal?"
Kakashi: "Yah, mungkin dia juga akan gagal.." (berdiri)
Obito: "Apa yang membedakan aku dan Naruto? kenapa kau begitu peduli padanya?"
Kakashi: "Karena aku tahu dia tak akan gagal sejauh dirimu.."
Obito: "Kenapa?"
Kakashi: "Selama ia berjalan di jalannya, aku akan membantunya.."
Obito: "Kenapa.. kau membantunya?"
Kakashi: "Karena dia tak akan pernah menyerah pada mimpinya, dan dunia nyata ini.. itulah dia.. Dan dengan tingkahnya, ia bisa membuat seseorang ingin membantunya.. dan semakin banyak yang membantunya, semakin dekat ia dengan tujuannya. Itulah dia."
Obito: (kaget) "!!"
(Sementara di sisi Naruto, ia dan para shinobi telah melihat Madara. Naruto sudah berada di atas bunga Shinju)
Naruto: "Ketemu!!" ucapnya.
(Kembali lagi ke percakapan Obito)
Obito: "Apa kau benar-benar yakin kalau sesuatu seperti itu ada di neraka gelap ini?"
Kakashi: "Kau juga pasti bisa melihatnya, kita punya mata yang sama."
(Sementara itu Naruto yang berada di atas Bunga Shiju merapal jutsu)
Naruto: "Oodama Rasenshuriken!!!"
Kakashi: "Jika teman yang kau percayai bersama denganmu, kau akan bisa melihat harapan dengan jelas. Itulah apa yang kupikirkan, Obito.."
(Halaman terakhir, scene Zoom Out terlihat pucuk pohon shinju yang berkelip dengan Rasengan Naruto, dengan banyak bekas jejak kaki yang mengarah ke medan perang)
#Terlahir untuk berjalan dijalan yang sama
Bersambung ke Naruto Chapter 656 rabu depan....
Versi Teks: Anlidsia

(Di dalam lubang itu, Obito teringat kata-kata Kakashi waktu itu, "Impian bahwa bulan akan menutupi lubang neraka ini.. Tak peduli berapa kalipun kau mencoba.. Khayalanmu itu tak akan bisa mengisi lubang di dalam hatimu.. Lubang di dalah hatimu adalah sesuatu yang hanya bisa diisi oleh orang lain.." Ucap Kakashi waktu itu)
(Obito juga teringat saat Rin menariknya)
(Obito kini tak bisa berbuat apa-apa lagi selain melihat telapak tangan dirinya sendiri.)
Obito: "Rin.."
Versi Teks Naruto 655 "Kebiasaan"
#Para Bijuu telah berhasil dikeluarkan!
(Usai kembali ke Mode Normal, Naruto dan Sasuke berdiri di belakang para Bijuu raksasa itu)
Son Goku: (menoleh ke belakang) "Kau menepati janjumu, Uzumaki Naruto, kau benar-benar telah menyelamatkan kami."
Naruto: (posisi tangan melapor) "Yoshh!! Son!"
(Para Bijuu nampak sengat bergembira telah bebas)
Saiken: "[Akhirnya...]"
Kokuou: "[Berhasil...]"
Matatabi: "[Bagus sekali...]"
Isobu: "[Syukurlah!]"
Shukaku: "[Dia benar-benar...]"
SFX: Tap! Tap!
Naruto: (kaget) "!"
(Tiba-tba Sasuke berlari dengan memegang pedangnya hendak menyerang)
SFX: Sring!
(Sasuke mengeluarkan pedangnya dari sarung pedangnya)
Naruto: (posisi tangan menahan) "Oh.. Oi oi!! Sasuke! Tunggu dulu!" (mengejar Sasuke)
(Sementara itu Para Ninja kebingungan melihat ke satu arah)
Ninja 1: "Hey, bagaimana dengan orangnya?"
Ninja 2: "Dimana orangnya?"
(Nampaknya Para Ninja sedang mencari-cari dimana Obito sekarang)
Ninja Sensor: "Sebelah sana! Dia masih hidup!"
Obito: (menoleh dan berbaring ditanah) "!"
(Nampaknya Sasuke berlari mengejar Obito yang sedang tidak berdaya itu)
Obito: "[Begitu ya... Ini dia...]"
SFX: Swirl!
(Pusaran ala dimensi kamui tercipta di atas tuuh Obito, Sasuke belum sempat sampai ke tempat Obito)
Sasuke: (kaget) "!"
(Dan ternyata yang muncul adalah Kakashi yang tengah keluar dari dimensi Kamui, menahan Obito dan meyiapkan Kunai di tangan kanannya
Minato: (dari jauh) "...!"
(Sontak Sasuke dan Naruto menghentikan laju larinya)
Sasuke: "Kakashi..."
Naruto: "!!"
Kakashi: (melirik ke Sasuke) "Sasuke, kita bicarakan ini nanti... Maaf tiba-tiba menghalangimu, tapi..."
Naruto: "..."
Sasuke: "..."
Kakashi: "Tapi... Dia adalah teman seangkatanku. Akulah yang bertanggungjawab atasnya."
Naruto: (teriak) "Kakashi-sensei! Tapi sekarang dia sudah---"
SFX: Whuusss!
(Tanpa mendengarkan ucapan Naruto, Kakashi langsung mengayunkan Kunainya kearah Obito, namun...)
SFX: Grabb!
(Tangan Kakashi yang memegang kunai di tangkap oleh seseorang dengan Mode Bijuu)
(Dan Orang itu tak lain adalah Minato)
(Obito kaget, begitu pula dengan yang lainnya, termasuk Naruto)
Sasuke: "..."
Naruto: "Ayah!!"
Ninja Aliansi: "Ini waktunya untuk menghabisinya!!"
Ninja Aliansi: "Ayo lakukan!!"Tsunade: "Tunggu!!"
(Para shinobi kemudian terdiam, dan Minato menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.)
Minato: "Obito, ketika chakra kita saling tarik menarik, aku mampu melihat isi hatimu.."
(Obito yang masih rebah tak berkata apa-apa.)
Obito: "...."
Minato: "Putraku telah memberimu sedikit ceramah, kurasa ia mewarisi itu dari ibunya.."
Naruto: (dari jauh, muka lega) "Ayah.."
Minato: "Tapi sebenarnya, itu adalah tugasmu. (melirik ke arah Kakashi) Kalau ada yang bisa mengerti Obito dengan baik, maka itu adalah kau, Kakashi, temannya.. Bukankah kau juga berpikir begitu Naruto?" (menoleh ke Naruto dibelakangnya)
(Naruto melihat ke arah Sasuke dan nampaknya dalam hati merasa kalau memang benar hanya teman sejati yang bisa mengerti temannya. Sementara itu Kakashi masih terdiam)
Kakashi: "..."
Minato: "Naruto, kau dan yang lainnya pergilah untuk membantu hokage pertama, kau harus menyegel Madara."
Naruto: (muka ekspresif) "Ah benar! Dia belum dikalahkan!! Ayo pergi, Sasuke!!"
(Naruto mengajak Sasuke untuk ikut membantu.)
Sasuke: "..."
(Naruto dan Sasuke lalu pergi, kecuali Minato dan Kakashi yang masih bersama dengan Obito. Minato masih memegangi tangan Kakashi yang memegang kunai.)
Minato: "Waktu itu usiamu lebih muda dari Naruto yang sekarang.. Apa kau ingat dengan semua misi yang telah kita selesaikan bersama? Rin, sebagai ninja medis ia selalu melindungi kalian berdua.. dia pasti tak ingin melihat hal seperti ini.."
(Kakashi pun secara perlahan menjatuhkan kunainya.)
Minato: "Tapi, ini adalah salahku sampai-sampai hal ini terjadi."
(Kakashi membayangkan saat mereka bersama Rin saat kecil)
Minato: "Meskipun sudah mati, namun bisa berdiri di sebelah kalian seperti ini, mungkin inilah yang Rin inginkan. Dia akan bilang, apa yang kau lakukan? Harusnya kau yang menjadi gurunya."
(Sejenak Minato terdiam, membayangkan Rin lalu melanjutkan perkataannya)
Minato: "Maafkan aku karena tak bisa melindungi Rin.."
(Obito dan Kakashi juga ikut terdiam, lalu tiba-tiba Obito berkata)
Obito: "Rin adalah.. dia adalah satu-satunya cahayaku.."
Minato/Kakashi: "!!"
Obito: "Setelah kehilangan Rin, dunia tak lagi terlihat seperti dulu. Dunia hanya tinggal neraka yang gelap.."
(Terlihat langit malam dengan bulan bersinar terang)
Obito: "Tak ada lagi harapan di dunia ini. Aku terus mengelilingi dunia untuk kepentingan Madara, dan semua yang kulihat membuat aku semakin yakin.. bahkan dengan sharingan, aku tak bisa melihat apapun, tak ada apapun."
Kakashi: "Aku tidak mengerti.."
Obito: "!! Lalu kenapa kau tak mengikuti jalanku?"
Kakashi: "Jalan yang kau pilih adalah kemungkinan lain.. sebenarnya, aku juga berpikir dunia ini seperti neraka. Kupikir aku telah kehilanganmu, dan setelahnya kehilangan Rin, bahkan Minato-sensei juga.. tapi.."
(Kakashi selalu ingat dengan kata-kata terakhir Obito saat Obito berkata "Aku akan memberimu.. sharinganku.. tak peduli apa yang orang lain katakan, kau adalah seorang jounin yang sempurna..")
Kakashi: (merenung) "Aku tak terlalu mengerti, tapi.. aku terus mencoba untuk membuka mataku, mencoba untuk melihat.. dengan kata-kata dan sharingan yang kau tinggalkan untukku.. aku merasa aku akan bisa melihat sesuatu.."
(Scene menunjukan Naruto yang sedang memanjat pohon Shinju)
Obito: "Apa itu Naruto? Bagaimana bisa kau yakin kalau dia tak akan gagal?"
Kakashi: "Yah, mungkin dia juga akan gagal.." (berdiri)
Obito: "Apa yang membedakan aku dan Naruto? kenapa kau begitu peduli padanya?"
Kakashi: "Karena aku tahu dia tak akan gagal sejauh dirimu.."
Obito: "Kenapa?"
Kakashi: "Selama ia berjalan di jalannya, aku akan membantunya.."
Obito: "Kenapa.. kau membantunya?"
Kakashi: "Karena dia tak akan pernah menyerah pada mimpinya, dan dunia nyata ini.. itulah dia.. Dan dengan tingkahnya, ia bisa membuat seseorang ingin membantunya.. dan semakin banyak yang membantunya, semakin dekat ia dengan tujuannya. Itulah dia."
Obito: (kaget) "!!"
(Sementara di sisi Naruto, ia dan para shinobi telah melihat Madara. Naruto sudah berada di atas bunga Shinju)
Naruto: "Ketemu!!" ucapnya.
(Kembali lagi ke percakapan Obito)
Obito: "Apa kau benar-benar yakin kalau sesuatu seperti itu ada di neraka gelap ini?"
Kakashi: "Kau juga pasti bisa melihatnya, kita punya mata yang sama."
(Sementara itu Naruto yang berada di atas Bunga Shiju merapal jutsu)
Naruto: "Oodama Rasenshuriken!!!"
Kakashi: "Jika teman yang kau percayai bersama denganmu, kau akan bisa melihat harapan dengan jelas. Itulah apa yang kupikirkan, Obito.."
(Halaman terakhir, scene Zoom Out terlihat pucuk pohon shinju yang berkelip dengan Rasengan Naruto, dengan banyak bekas jejak kaki yang mengarah ke medan perang)
#Terlahir untuk berjalan dijalan yang sama
Bersambung ke Naruto Chapter 656 rabu depan....